Rabu, 30 Desember 2015

Al-Qur’an dan Pengaruhnya bagi Kinerja Otak


Al–Qur’an adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber petunjuk dan pembimbing dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT;
“Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 1-2)
Al-Qur’an merupakan merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al-qur’an bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia. 

Salah satu mu’jizat Al-qur’an, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Hampir semua orang sudah mengetahui keajaiban Al-Qur’an, sampai dunia barat sendiri sudah banyak yang mengakui kemukjizatan Al-Qur’an dan pengaruhnya bagi otak. Sedangkan bagi umat Islam, membaca, menghafal dan mengamalkan kandungan dalam Al-Quran adalah sesuatu yang mulia. Karena ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.



Sebagaimana kita ketahui bahwa Janin usia 7 bulan sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk banyak-banyak memperdengarkan Al-Qur’an kepada janinnya. Karena membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, membantunya untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi, kemampuan berbahasa yang baik, dan kepribadian yang baik pula.


Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.Bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain-lain.
Di samping itu, Al-Qur’an adalah obat yang terbaik. Firman-Nya,  
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’ : 82)

 Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.


Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar