Kamis, 31 Desember 2015

Pengalaman di Bayt Tamyiz



Pernahkan kalian mendengar "Bayt Tamyiz”?  Yang konon katanya anak kecil disana sudah bisa menterjemahkan Al-Qur’an dan bisa dengan mudah membaca kitab kuning (arab gundul). Iya, namanya Bayt Tamyiz, lokasinya terletak di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana Indramayu.



Bagaimana mungkin anak kecil disana bisa hafal terjemah al-qur’an? Bagaimana mungkin anak kecil disana bisa dengan mudah membaca kitab kuning (kitab gundul)? Metode apa yang mereka gunakan?   


Beranjak dari rasa penasaran itulah akhirnya saya berniat belajar langsung disana dan mencari-cari info terkait Bayt Tamyiz Indramayu. Setelah membongkar celengan, Alhamdulillah cukup untuk perbekalanku selama di Bayt Tamyiz (Walaupun terlihat manja tapi sejak kecil saya sudah terbiasa dididik untuk mandiri).


Beberapa hari jelang keberangkatan saya ke Bayt Tamyiz, saya dihantui keraguan mengingat beberapa perkataan teman, “Untuk apa kamu kesana? Bukannya kamu udah bisa bahasa arab? Biayanya lumayan loh, ahsan cari ilmu yang lain”. Tapi kuyakinkan diri ini bahwa ilmu yang kudapat disana pasti bermanfaat, dan terus berdo’a jika ilmu ini bermanfaat untukku dan orang lain maka mudahkanlah perjalanan ini.

Alhamdulillah, bulan Januari 2015 saya berkesempatan mencicipi pengalaman belajar ke Bayt Tamyiz. Saya berangkat dengan ditemani kedua orang tua saya serta keponakan saya. Kami berangkat dari terminal tanah merah naek bus jurusan Cirebon dan turun di Masjid Tulung Agung (perbatasan indramayu-cirebon) harga tiketnya Rp 50.000,00/orang.  


Setelah hampir setengah hari perjalanan akhirnya sampailah kita di Masjid Tulung Agung sekitar jam 11.30 WIB. Karena bingung harus gimana, akhirnya kita tanya sama bapak-bapak yang ada di sekitar Masjid, gimana caranya sampai ke Bayt Tamyiz. Ternyata untuk sampai ke tempat tujuan dari Masjid Agung kita harus naek ojek karena jarak yang lumayan jauh dan ditengah perjalanan nanti kita harus menyebrangi sungai menggunakan getek (ojeknya naek getek juga). Ongkos dari Masjid Agung sampai Bayt Tamyiz dengan tiga ojek Rp. 50.000 dan ongkos naek getek Rp. 1000/orang.


Saya yang terbiasa hidup di lingkungan pondok dengan pintu gerbang yang selalu dijaga oleh bagian keamanan dan tembok pembatas antara pondok dan masyarakat sekitar pertama kali heran ketika menginjakkan kaki di Bayt Tamyiz. apa betul ini tempatnya? Mana pintu gerbangnya? dimana pondoknya? kenapa bentuknya tidak seperti pondok kebanyakan?. 
Iya disana para santri bisa berbaur dengan masyarakat tanpa ada tembok pembatas, Mungkin itulah salah satu alasan kenapa para santri kerasan di Bayt Tamyiz. (nebak aja si hehe)

Gerbang Masuk Bayt Tamyiz
Untuk peserta kursus bulanan di Bayt Tamyiz dikenakan biaya Rp.1.550.000/sebulan. Dengan fasilitas satu paket modul tamyiz (Buku Tamyiz dan kamus kawakaban), Laundry, dan makan 2x sehari (siang dan malam sedangkan untuk makan pagi para santri harus membeli di warung-warung sekitar pondok).
Berbeda dengan metode bahasa arab lain yang targetnya adalah mempelajari segala hal tentang bahasa arab, metode TAMYIZ yang diajarkan di Bayt Tamyiz hanya memformulasikan teori dasar nahwu dan shorof melalui pembelajaran yang mudah.

Prinsip belajar-mengajar Metode Tamyiz menggunakan Neuro Linguistic Programming (NLP), yaitu belajar dengan cara Fun dan Active Teaching dengan mengaktifkan potensi Otak Kiri (12% potensi belajar) yang sangat cerdas memahami, potensi Otak Kanan (33% potensi belajar) yang dapat mengingat seumur hidup, dan potensi Otak Bawah Sadar (55% potensi belajar) yang mengintegrasikan kecerdasan Otak Kiri dan daya ingat Otak Kanan, sehingga belajar terjemah al-Qur’an dan membaca Kitab kuning terasa sangat mudah dan menyenangkan. 

Cara belajar mengajar TAMYIZ mempunyai ciri khusus :
1.       LADUNI (ilate kudu muni); santri harus mengeraskan suaranya (sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan penggunaan potensi otak kanan dan otak kiri secara seimbang, sehingga hasil belajar akan lebih optimal).
2.       SENTOT (santri TOT); model belajar santri adalah model ustadz yang sedang mengajar santri : Insya Allah santri otomatis bisa mengajarkan TAMYIZ kepada orang lain (konsep START FROM THE END).
3.       MUDAH; proses pembelajarannya harus dirasakan mudah oleh santri yang bisa membaca Qur’an walau sama sekali tidak mengerti tarjamah bahasa arab
4.       CEPAT & TEPAT; santri langsung dituntun belajar tarjamah Qur ’an dan kitab kuning (santri hanya belajar formulasi teori nahwu shorof sesuai keperluan untuk pintar menterjemah saja)



Alhamdulillah, metode tamyiz yang saya pelajari disini sungguh sangat luar biasa. Disini kita belajar, seolah-olah sedang bermain, akan tetapi hasilnya kita mengerti apa yang sedang kita pelajari in syaallah
Setiap hari kami punya 4x waktu belajar, diawali dari pemanasan (menadzomkan materi-materi tamyiz bersama-sama) dari pukul 08.00-09.30 wib, pukul 10.00-11.30 wib dilanjutkan dengan materi. Lalu kami diberi waktu ishoma (istrahat, sholat dan makan) mulai dari pukul 11.30-13.00 wib. Kemudian lanjut kelas dari 13.00-14.30 wib, dan sore harinya mulai dari pukul 16.00-17.00 wib. Kebayangkan kenapa suara saya sempat hilang beberapa waktu disana.. hehe 

Tapi karena keterbatasan waktu yang saya miliki, saya hanya baru belajar Tamyiz level 1 (cara mudah hafal terjemah Al-Qur’an)  dan level 2 (cara mudah membaca kitab kuning) dengan masa belajar 1 bulan (2 minggu pertama belajar dan 2 minggu kedua praktek mengajar). 

Jadi, entah kapan itu, pokoknya saya berjanji dalam hati, in syaallah akan kembali lagi kesini untuk menyelesaikan belajar tamyiz level 3 (pendalaman materi Nahwu) dan level 4 (cara mudah mengi’lal).

9 komentar:

  1. Alhamdullillah skg ada metode Tamyis...belajar terjemah dg mudah & mnyenangk...yg bisa dilakuk oleh siapapun krn bisa juga belajar Tamyis online via WA...bagi mrk yg bekerja & jadwal kegiatanx padat.Jd gak ada alasan utk mnunda belajar mterjemah Kalamullah.

    BalasHapus
  2. Ada kontak yg bisa d hubungi d but tamyiz indramayau.??

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaukum mba nisrina..
    saya Azizah, dari Samarinda, kaltim.
    saya ada rencana untuk mondok ke bayt tamyiz bulan januari ini.
    tp seperti mba di awal sebelum keberangkatan, sy masih ada sedikit keraguan untuk benar2 pergi. karna saat ini sy masih harus nyambi selesein skripsi saya yg mau gamau sy akan butuh tetap pegang HP dan laptop.
    sy cari2 info tentang bayt tamyiz, tp tidak ada yg detail.
    nah, berhubung mba nisrina sudah pernah disana, sy mau nanya2 tentang pengalaman disana lebih jauh lagi. bisa ?
    terimakasih sebelumnya mba.

    BalasHapus
  4. Info yang sangat bermanfaat insyaallah saya mau silaturahmi ke pondok nya.. terimakasih informasinya mbak.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum alhamdulillah saya tertarik dg pembelajaran ini. Rencana saya mau mendaftarkan anak ke pontren ini, apakah masih bisa dan bagaimana proses awalnya. Mksh minta penjelasannya.

    BalasHapus
  6. Bagaimana bagi yg belum bisa bahasa arab..hanya bisa baca alquran... Apa bisa belajar disini?

    BalasHapus